Perhitungan Penyediaan Air Dari Debit Sungai
Penetapan kapasitas untuk suatu bendungan sungai biasanya disebut penelaahan operasi (operation study) dan merupakan suatu simulasi dari pengoperasian bendungan untuk suatu periode yang sesuai dengan seperangkat aturan yang ditetapkan. Suatu penelaahan operasi dapat dikerjakan berdasarkan interval tahunan, bulanan atau harian. Data bulanan paling umum dipergunakan, tetapi untuk sebuah bendungan besar yang menyimpan tampungan beberapa tahun, interval tahunan akan cukup memuaskan.
Perhitungan penyediaan air dari debit sungai untuk kebutuhan PLTA dapat dicari dengan 2 (dua) cara. Yaitu debit sungai untuk PLTA yang dibuatkan bendungan dan yang menggunakan aliran air sungai secara terbuka. Kedua metode tersebut adalah :
1. Metode lengkung massa (Diagram Ripl) jika akan direncanakan dibangun bendungan.
Metode lengkung massa (Diagram Ripl) adalah gambaran kumulatif dari aliran masuk bersih ke dalam bendungan dan dapat digunakan untuk menetapkan besarnya produksi yang dapat diharapkan dari kapasitas bendungan. Sebelum menetapkan kapasitas bendungan, biasanya diperlukan penelaahan operasi yang terperinci untuk satu atau beberapa jangka waktu data.
2. Metode pengambilan debit sungai 80% kering jika tidak direncanakan adanya bangunan bendungan.
Metode ini adalah dengan mengumpulkan debit sungai dari besar ke kecil dan dipilih debit terkecil sebesar 80%. Debit tersebutlah yang akan digunakan sebagai debit tetap untuk menggerakkan tubin. Jika ada debit yang berada di bawah nilai tersebut, maka biasanya diberlakukan sistem gilir atau pemadaman sementara atau dengan membeli (menerima pasokan) listrik dari pembangkit listrik yang lain untuk memenuhi kebutuhan listrik pada waktu debit air di sungai tidak mencukupi.
Sumber: Linsley, K. Ray dan Joseph B. Franzini, Teknik Sumber Daya Air (terjemahan Ir. Djoko Sasongko, M.Sc), halaman 148 – 149, Jakarta, 1990.
No comments:
Post a Comment